Nama :MOH.
JAMIL
Nim :2014210094
Klas : A
No. absen :
ETIKA KEPEMINPINAN DALAM PELAYANAN PUBLIK
Perilaku seorang
peminpin dipengaruhi oleh beberapa kondisi, antara lain perilaku sejak lahir
(Bawahan), melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman organisasi, dan lain
seagainya. (bdk. Teori kepeminpinan).
Berdasarkan
penelitian para ahli (Fleishmen, Holpin, Wi-ner, Hemphill, dan Coous) ada dua
deminsi utama perilaku peminpin yaitu konsiderasi (consideration) dan struktur inisiasi (initiation structure). Dua macam kecendrungan tersebut mempunyai
ciri-ciri seagai berikut:
1.
Konsiderasi: Perilakuh
peminpin cenderung kearah kepentingan bawahan. Adapun ciri-ciri perilaku
peminpin dalam hubungangnya dengan
bawahan adalah:
a.
Ramah tamah.
b.
Mendukung dan membelah
bawahan.
c.
Mau berkonsultasi.
d.
Mau mendengarkan
pendapat bawahan.
e.
Mau menerima usulan
bawahan.
f.
Memikirkan
kesejahteraan bawahan.
g.
Memperlakukan bawahan
setingkat dirinya.
2.
Stuktur Inisiasi:
perilaku peminpin yang cenderung lebih mementingkan tujuan organisasi dari pada
memperhatikan bawahan. Adapun ciri-cirinya yaitu:
a.
Memberikan kritik atas
pekerjaan yang jelek.
b.
Menekankan pentingnya
pelaksanaan batas waktu tuga-tugas kepada bawahan.
c.
Selalu memberi tau
apa-apa yang dikerjakan bawahan.
d.
Selalu memeri petunjuk
bawahan bagaimana melakukan tugas.
e.
Memberikan standar
tertentu atas pekerjaan.
f.
Meminta bawahan agar
selalu menuruti dan mengikuti standar yang telah ditetapkan.
g.
Selalu mengawasi apakah
bawahan bekerja sepenuh kemampuan.
Mengingat
luasnya peran dan tanggung jawab seorang peminpin dalam birokrasi, maka
peminpin di tuntut agar mempunyai pengetahuan yang lebih aik dibandingkan
dengan bawahannya, berdedikasi baik, serta pengalaman yang luas dan mempunyai
perilaku yang dapat diterima oleh bawahan dan lingkungannya.
Sumber: (Dr. Kridawati Sadhana, M.S dalam buku yang berjudul Etika Birokrasi
Dalam Pelayanan Publik. 2010 hal. 186-187).